Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya, Sedikitnya 1095 warga Tasikmalaya tercatat mengalami gangguan jiwa. Rinciannya, sebanyak 545 asal Kota Tasikmalaya dan sisanya, 540 warga Kabupaten Tasikmalaya. Mereka mengalami gangguan jiwa ringgan hingga berat.

Pengolahan Kesehatan Jiwa Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Indra Lubis Malik menjelaskan, data 545 warga Kota Tasikmalaya mengalami gangguan jiwa itu merupakan data terbaru hasil kroscek ke lapangan.

Jumlahnya bisa berubah, karena belum semua puskesmas di kecamatan mengirimkan data terrbaru.

Dari jumlah 545 warga yang mengalami gangguan jiwa, kata dia, sebanyak 244 mengalami gangguan jiwa berat dan 301 gangguan jiwa ringan.

”Gangguan jiwa ada beberapa tahapan. Mulai dari stres, depresi sampai psikotik atau gangguan jiwa berat. Dan, di Kota Tasik paling banyak mulai usia 16-60 tahun,”.

Orang yang mengalami stres, terangnya, biasanya lebih suka berada di dalam rumah atau menarik diri dari banyak orang. Sedangkan orang yang depresi, itu bisa dilihat dari tindakannya yang tidak ingin bersosialisasi dan memenuhi kebutuhan dirinya.

Adapun psikotik atau gangguan jiwa berat biasanya ditandai aksi mengamuk, menyakiti diri sendiri dan tidak peduli kepada lingkungan.

Ada beberapa faktor yang mengakibatkan orang mengalami gangguan jiwa. Berdasarkan beberapa kasus, di Kota Tasik, ada kasus anak muda yang mengalami gangguan jiwa karena diputuskan pacarnya dan terlalu sering melihat video porno.

Contoh kasus lainnya, ada warga yang mengalami gangguan jiwa karena tidak dibelikan smartphone oleh orangtuanya. Masih banyak faktor lainnya yang menyebabkan gangguan jiwa. Termasuk lingkungan juga bisa mempengaruhi seperti faktor ekonomi.

Lalu berapa penderita gangguan jiwa yang dipasung di Kota Tasikmalaya? Tahun 2018 ini, di Kota Tasikmalaya dari 244 mengalami gangguan jiwa berat, 15 diantaranya mengalami pasung atau sekap kamar. Mereka dianggap membahayakan orang lain atau dirinya sendiri.

Dari 15 orang yang dipasung itu, dua diantaranya sudah dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bandung. Mereka mulai diperbolehkan pulang. Sedangkan untuk yang 13 lainnya masih dipasung sekap kamar. Diantaranya berada di Bungursari 2 orang, Kawalu 6 orang, Purbaratu 1 orang, Cibeureum 1 orang dan Indihiang 3 orang.

”Mereka belum dilakukan rujuk karena berbagai faktor. Mulai dari keluargannya yang belum mengijinkan dan kondisi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) yang penuh,”.

“Sumber Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group)"

Leave a Reply